Kamis, 07 Oktober 2010

Istighfar

Pengantar

Istighfar dalam pengertian bahasa adalah mohon ampunan atas dosa yang dilakukan seorang hamba dan berjanji tidak mengulanginya, lalu dibuktikan dengan perkataan maupun perbuatan.

Ulama menyebutkan kata istighfar berasal dari kata “al ghafar” yang berpadanan arti dengan “as satr” yang berarti “menutup”. Dinamakan istighfar karena mengandung arti “menutupi”.


“Jika kamu memaafkan, tidak marahi serta mengampuni (mereka), maka sesungguhnya Allah Mahapengampun lagi Mahapenyayang” (At Taghaabun 14).

Kata At taghfiru dan Al Ghafur punya arti sama, yaitu menutupi yang juga berarti mengampuni (dosa dan kesalahan).

Manusia Tak Lepas dari Kesalahan dan Dosa

Manusia adalah makhluk lemah, mudah khilaf dan melakukan dosa. Namun sebaik baik orang yang berbuat dosa adalah yang selalu mohon ampunan atas segala yang ia lakukan. Istighfar merupakan jalannya, berkedudukan tinggi, apalagi bila dipadukan dengan rasa keimanan.

“Tak ada apapun yang menghalangi keimanan manusia ketika petunjuk datang kepada mereka, dan mohon ampunan Tuhannya, kecuali datang hukuman (Allah) yang berlalu pada umat-umat terdahulu, atau datangnya azab atas mereka”(Al Kahf) 55).

Manfaat Istighfar

Banyak faedah dari istighfar. Semakin sering beristighfar semakin dekat kita kepada Sang Khalik. Lakukanlah terus menerus tanpa henti.

Kita adalah makhluk lemah, butuh istighfar seperti kita butuh makan dan minum. Istighfar dapat melepaskan hamba dari perbuatan makruh menjadi mahbub (yang dicintai), yang kurang menjadi lebih sempurna, dan menyempurnakan derajat seseorang.

1. Dicintai dan Disukai Allah

“Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertaubat dan yang mensucikan diri” (QS. Al Baqaarah 222).

Orang yang bertaubat adalah kekasih Allah. Orang yang bertaubat atas dosanya, bagaikan orang yang tidak punya dosa lagi” (HR. Ibnu Majah).

“Allah gembira dengan taubat hambaNya daripada kegembiraan salah seorang di antara kalian yang menemukan ontanya yang hilang di padang pasir” (HR. Bukhari dan Muslim).

“Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertaubat dan yang mensucikan diri” (QS. Al Baqaarah 222).

Orang yang bertaubat adalah kekasih Allah. Orang yang bertaubat atas dosanya, bagaikan orang yang tidak punya dosa lagi” (HR. Ibnu Majah).

2. Sunnah Nabi Saw

Abu Hurairah berkata: “Aku telah mendengar Rasulullah bersabda: ’Demi Allah, Sesungguhnya aku minta ampun kepada Allah (beristighfar) dan bertaubat kepadaNya dalam sehari lebih dari tujuh puluh kali’.” (HR. Bukhari).

3. Diampuni Dosanya

“Allah telah berkata: ’Wahai hamba-hambaku, kalian itu pasti punya dosa kecuali yang Aku jaga. Maka beristighfarlah kalian kepadaku; pasti kalian Aku ampuni. Dan siapa saja yang meyakini bahwa Aku mampu mengampuni dosa-dosanya, maka Aku akan mengampuninya dan Aku tidak peduli (beberapa banyak dosanyaitu)” (HR. Ibnu Majah, Tirmidzi).

Imam Al Qatadah berkata:

“Al-Qur’an telah menunjukkan penyakit dan obat bagi kalian. Adapun penyakit kalian adalah dosa, dan obatnya adalah istighfar” (Kitab Ihya’Ulumiddin: 1/410).

4. Menyelamatkannya dari Api Neraka, Balasannya Jannah

Hudzaifah berkata:

“Saya adalah orang yang tajam lidah terhadap keluargaku. Wahai Rasulullah, aku takut kalau lidahku itu menyebabkan Aku masuk neraka’. Rasulullah bertanya:’Lalu, bagaimana dengan istighfarmu? Ketahuilah, aku senantiasa beristighfar kepada Allah sebanyak 100 kali sehari semalam’” (HR. An Nasa’i, Ibnu Majah, al-Hakim).

“Orang-orang yang mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka lalu ingat Allah, mohon ampun terhadap dosa-dosa mereka; dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui. Mereka itu mendapat balasan berupa ampunan dari Tuhan mereka dan Jannah yang di dalamnya mengalir sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya; dan itulah sebaik-baik pahala orang-orang yang beramal” (QS. Ali ’Imran 135-136).

5. Menecewakan dan Membuat Putus Asa Syaitan

“Demi kemulianMu ya Allah, aku (syaitan) akan terus-menerus menggoda hamba-hambaMu selagi roh mereka masih berada dalam raga mereka (hidup). Maka Allah berfirman: “Dan demi kemuliaan dan keagunganKu, Aku senantiasa mengampuni mereka selama mereka memohon ampunan (beristighfar) kepadaKu” (HR. Ahmad dan al-Hakim).

Ali bin Abi thalib pernah didatangi oleh seseorang. Terjadi percakapan.

“Aku telah melakukan dosa’.

'Bertaubatlah kepada Allah, dan jangan ulangi lagi’, kata Ali.

Orang itu menjawab:’Saya telah bertaubat, tapi saya berdosa lagi’.

Ali berkata: ‘Bertaubatlah kepada Allah, dan jangan ulangi lagi’.

Orang itu bertanya: ’Sampai kapan itu?’

Ali menjawab: ’Sampai syaitan putus asa dan ia merasa rugi”.

6. Meredam dan Menunda Azab

”Dan Allah sekali-kali tidak mengazab mereka, sedang kamu berada di antara mereka. Dan tidaklah (pula) Allah mengazab mereka, sedang mereka minta ampun” (QS. al-Anfaal 33).

7. Mengusir Kesedihan, Melapangkan jalan & Rezeki

“Siapa saja yang gemar istighfar, maka Allah akan memberikan kegembiraan dari setiap kesedihannya, dan memberikan kelapangan bagi setiap kesempitannya, dan memberinya rizki dari arah yang tiada disangka-sangka” (HR. Abu Daud, Ibnu Majah dan Ahmad).

“Sesungguhnya seorang hamba bisa tertahan rezekinya karena dosa yang dilakukannya” (HR.Ahmad, Ibnu Hibban dan Ibnu Majah).

“Maka aku katakan kepada mereka: “Memohon ampunlah (istighfar) kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia Mahapengampun; , Dia pasti kan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan memperbanyakkan harta dan anak-anakmu, dan menyuburkan kebun-kebunmu dan mengadakan (pula di dalamnya) sungai-sungai” (QS. Nuh 10-12).

Ibnu Shabih berkata:

“Hasan al-Bashri pernah didatangi seseorang dan mengadu bahwa lahannya tandus. Beliau lalu berkata: ‘Perbanyaklah istighfar’. Lalu ada orang lain yang mengadu bahwa kebunnya kering. Lalu beliau berkata: ‘Perbanyaklah istighfar’. Lalu ada orang lain lagi yang mengadu bahwa ia belum punya anak: Beliau , berkata: ’Perbanyaklah istighfar’. (Kitab Fathul Bari: 11/98).

8. Membersihkan Hati

“Apabila seorang mukmin melakukan dosa, maka tercoretlah noda hitam di hatinya. Apabila ia bertaubat, meninggalkannya dan beristighfar, maka bersihlah hatinya kembali” (HR. Nasa’i, Ibnu Majah, Ibnu Hibban, Tirmidzi).

9. Mengangkat Derajatnya

“Sesungguhnya Allah mengangkat derajat seorang hamba di Jannah. Hambaku itu bertanya: ‘Dari mana kudapat kemuliaan ini?’ Allah berkata: ’Karena istighfar anakmu untukmu’.” (HR.Ahmad dengan sanad hasan).

10. Makhluk Sejati & Amalan Utama Orang Bersalah

“Setiap anak Adam pernah bersalah, dan sebaik-baik orang yang bersalah adalah yang segera bertaubat” (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah, al-Hakim).

Dan Allah Mahamelihat akan hamba-hambaNya. (Yaitu) orang-orang yang berdo’a:”Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami telah beriman, maka ampunilah segala dosa kami dan peliharalah kami dari siksa neraka,”(yaitu) orang-orang yang sabar, yang benar, yang tetap ta’at, yang menafkahkan hartanya (dijalan Allah), dan yang memohon ampun (beristighfar) di waktu sahur”(QS. Ali’Imran 15-17).

11. Menghindari Cap sebagai Makhluk Zhalim

“Siapa saja yang tidak bertaubat, maka mereka itulah orang-orang yang zhalim” (QS.al-Hujurat: 11).

12. Sejahtera & Tambah Kuat Keimanannya

“Dan (dia berkata): “Hai kaumku, mohonlah ampun kepada Tuhanmu lalu bertobatlah kepadaNya, pasti Dia menurunkan hujan yang sangat deras atasmu, dan Dia akan menambahkan kekuatan (keimananmu), dan janganlah kamu berpaling dengan berbuat dosa” (QS. Hud 52).

”Maka aku katakan kepada mereka: “Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Mahapengampun, pasti Dia mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai” (QS. Nuh 10-12).

13. Beruntung, Citra Orang Beriman dan Bijak

“Dan bertaubatlah kalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung” (QS. An Nur 31).

Aisyah berkata:

“Beruntunglah orang-orang yang menemukan istighfar yang banyak pada setiap lembar catatan harian amal mereka” (HR. Bukhari).

“Tidak seorangpun dari umatku yang apabila ia berbuat baik dan ia menyadari bahwa yang diperbuat adalah kebaikan, maka Allah akan membalasnya dengan kebaikan. Dan tidaklah ia melakukan suatu yang tercela, dan ia sadar sepenuhnya bahwa perbuatannya itu salah, lalu ia mohon ampun (beristighfar) kepada Allah, dan hatinya yakin bahwa tiada Tuhan yang bisa mengampuni kecuali Allah, maka dia adalah seorang Mukmin” (HR. Ahmad).

Ulama berkata:

“Tanda-tanda orang arif (bijak) itu ada enam. (1) Apabila ia menyebut nama Allah, ia merasa bangga. (2) Apabila menyebut dirinya, ia merasa hina. (3) Apabila memperhatikan ayat-ayat Allah, ia ambil pelajarannya. (4) Apabila muncul keinginan untuk bermaksiat, ia segera mencegahnya. (5) Apabila disebutkan ampunan Allah, ia merasa gembira. Dan (6) apabila mengingat dosanya, ia segera beristighfar.” (Kitab Tanbihul Ghaafilin halaman 67).

14. Keburukan Diganti dengan Kebaikan

“Kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan amal saleh; maka kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan. Dan adalah Allah Mahapengampun lagi Mahapenyayang” (QS. Al Furqan 70).

“Dan dirikanlah sholat pada dua tepi siang (pagi dan petang) dan pada bahagian permulaan malam. Sesungguhnya perbuatan baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan yang buruk. Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat” (QS. Hud 114).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar