Rabu, 13 Oktober 2010

Mencintaimu


Ingin kutulis namamu pada lembaran putih
kulukis wajahmu pada jalan-jalan yang kulalui
betapa hati merindumu
pada gelap yang menghitung hitamnya
airmata tumpah agar mimpi berjumpa berdua.



Di lembah bermata air,
mengalir sungai keteduhan dari telagamu
tepiannya benderang terlihat walau dari celah jendela
pemandangan pada cinta jalanan setapak
naik turun debar jantung seperti dawai bergetar
gemuruh angin di dedaunan yang menggetarkan jiwa

Selalu dirimu ada dihatiku,
didekapan perapian menyala kobaran cinta
air mata mengaliri pipi pada malam-malam yang hening
selimut jiwa mengapi panasmu pada gunung membara magmanya
keindahan alam dari jendela hati pada hamparan dunia dan masa depan
pada pelangi membalut langit dan keajaiban cinta memagutku
agar bahagia bisa tinggal di hati

Cintaku itu,
walau telah berabad-abad dirimu berlalu, ya Rasulullah
namun sungguh kucintai dirimu sebisaku sedalam-dalamnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar