Senin, 11 Oktober 2010

Penjara


Seekor belalang lama terkurung dalam kotak. Suatu saat ia berhasil keluar. Ia gembira dan melompat-lompat menikmati kebebasannya. Ia lalu bertemu dengan belalang lain. Dia heran lalu bertanya:

“Mengapa bisa melompat lebih tinggi dan jauh dibandingkan denganku. Padahal tubuh dan usia kita tidak jauh berbeda?”

Belalang itu menjawab:

“Dimana tinggal selama ini? Semua belalang di alam bebas pasti bisa melakukannya”.


Belalang baru sadar bahwa selama ini ada yang telah membuat lompatannya tidak sejauh dan setinggi belalang lain yang hidup di alam bebas. Kotak itu!

@@@@@@

Manusia tanpa sadar pernah mengalami hal yang sama dengan belalang. Lingkungan buruk, hinaan, trauma masa lalu, kegagalan beruntun, perkataan teman, tradisi, semua itu membuat kita terpenjara dalam kotak semu yang bisa jadi telah mementahkan potensi kita.

Mengapa harus percaya dengan vonis, tanpa berfikir dalam bahwa apakah hal itu benar atau isapan jempol belaka. Benarkah kita selemah itu? Ternyata kita lebih memilih mempercayai mereka daripada mempercayai diri sendiri.

Gajah besar dan kuat bisa diikat dengan tali kecil yang diikat pada pancang kecil. Binatang besar itu merasa dirinya tidak bisa bebas jika ada “sesuatu” yang mengikat kakinya, walau itu hanya “sesuatu” yang gampang diputus.

Manusia mampu berjuang dan tidak mudah menyerah begitu saja. Karena itu, teruslah berusaha mencapai segala aspirasi positif yang ingin dicapai. Memang sakit dan lelah, tapi jika sudah sampai di puncaknya, semua pengorbanan itu terbayar sudah.

Pada dasarnya kehidupan ini akan lebih baik kalau kita hidup dengan cara hidup pilihan sendiri, bukan dengan cara yang dipilihkan orang lain untuk kita. Tentu saja, Allah SWT telah memberikan koridor hokum dan nilai kehidupan agar kita berjalan dengan benar di atas bumi ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar