Minggu, 17 Oktober 2010

Mengembara di Belantara Jiwa

Jika kaki berpijakmu sulit temukan ketentraman
masukilah ranah jiwamu
menyelamlah di kedalamannya
di sana ‘kan kau temukan jutaan keindahan
tidak ada lahan terlantar dan hutan terbakar,
tidak ada terjalnya bebatuan dan duri tajam
bahkan auman binatang buas dan sengatan berbisa
di sana ada rasa yang sulit kau eja
di belantara itu ada sikap yang tak bisa kau baca.

Di belantara jiwa ada kesegaran dari taman yang terhampar luas
tempat berbagai puspa berkelopak hamburkan harum dan pendarkan warna
melangkah saja dan masuklah ke dalam sana
akan banyak wajah ‘kan menyambut
di sana mentari pancarkan sinarnya dan terasa hangatnya.

Tetapi menjejaklah pada kedua sisi hidupmu
bernafas di tanah manusia
membuat angan di awang-awang lamunan
mengusir angin yang bercampur kabut halimun putih

Ada dunia dan ada taman jiwa yang berimbang
bukankah dunia tempat bercocok tanam
untuk mengambil panennya di kampung akhirat?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar