
O, Allah kami
andai bisa kutulis namaMu pada tiap lembaran kertas
kulukis wajahMu pada jalanan yang kulalui
begitulah rinduku padaMu
dalam gelap kuhitung terangMu
dalam derai airmata yang pernah tumpah.
Rindu gebuku tak kenal waktu
resah rinduku kurayu dalam harap bertemu
rindu tak terperi yang sungguh mati
rindu abadi juga rindu kami semua
Tak adakah kemungkinan perjumpaan kita
walau hanya bertemu mimpi
pada keajaiban percintaan bersama memadunya?
Di luasnya pelataranMu itu
kugenggam cita dan asa dalam dinginnya malam
kurinduMu dalam diamku
dan dalam sepiku yang menikamku
aku berdarah-darah dalam rindu dan cinta parahku padaMu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar